Pentingnya Sarapan Pagi

Pentingnya Sarapan Pagi
Sarapan pagi adalah makanan paling utama untuk memberi anak tenaga yang diperlukan sepanjang hari. Penelitian telah membuktikan bahwa anak-anak sekolah yang makan sarapan pagi akan berprestasi lebih baik di sekolah.

Manfaat dari sarapan pagi

Sarapan pagi dapat diibaratkan seperti bensin bagi mobil yang memberikan tenaga bagi tubuh anak untuk beraktivitas. Dengan menyantap makanan yang bergizi yang mengandung cukup karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral dapat membuat anak belajar secara optimal. Anak-anak berada pada tahap tumbuh kembang. Jika tenaga yang masuk ke dalam tubuh kurang dari jumlah yang diperlukan, tentu akan mempengaruhi proses pertumbuhannya. Hidangkan susu Nestlé Dancow pada waktu sarapan karena mengandung gizi yang seimbang untuk pertumbuhan anak. Bila tidak sarapan, bukan hanya energi saja yang kurang, melainkan juga zat gizi lainnya. Jika terjadi terus-menerus dan bahkan sudah menjadi suatu kebiasaan anak, maka pertumbuhannya pun mungkin akan terganggu. Bangunkan anak lebih pagi supaya tidak terburu-buru pada saat ingin berangkat ke sekolah.

Menu Sarapan Pagi Bagi Anak

Buatlah menu sarapan yang bervariasi dan menarik supaya anak mendapat gizi yang cukup dari bermacam-macam jenis makanan, dan supaya anak tidak menjadi bosan.

Ada banyak macam makanan yang dapat Anda hidangkan pada waktu sarapan, berikut ini adalah berdasarkan kelompok makanannya:

Biji-bijian: roti, sereal (seperti Koko Krunch, Trix, Milo, atau Cornflakes, hidangkan dengan segelas susu Nestlé Dancow), bubur. Apabila Anda mempunyai bayi berusia diatas 6 bulan, beri dia Nestlé Bubur Susu atau Nestlé Bubur Bergizi yang mengandung protein dan gizi lainnya yang penting bagi pertumbuhan bayi.

Sayuran: wortel yang dipotong kecil-kecil (bisa matang atau setengan matang), tomat, buncis.

Buah: apel, pisang, jeruk, melon. (Anda juga bisa memberi potongan buah pada sereal) 

Susu dan produk dari susu: susu dengan berbagai macam rasa . Beri susu Nestlé Dancow atau Nestlé Milo yang mengandung Actigen-E untuk menghasilkan tenaga optimal. Untuk Anda yang ingin menjaga penampilan, cobalah Nestlé Calsium Plus Non-Fat, atau secangkir kopi Nescafé. Pilihan lainnya dari kelompok ini: keju dan yogurt.

Daging: selai kacang, sosis, telur.


Umumnya, kita malas makan buah, apalagi sayuran. Kalau buah atau sayuran itu kebetulan kesenangan kita sih tak masalah.

Nah, daripada Anda selalu merasa terpaksa makan sayuran dan buah, sebaiknya kenali manfaatnya lewat warna. Kata orang tak kenal maka tak sayang.

Merah

Banyak buah yang berwarna merah, ada semangka, stroberi, tomat, atau jambu biji merah. Warna merah pada buah-buahan tersebut mengandung zat yang namanya antosianin dan likopen. Antosianin berguna untuk mencegah infeksi dan kanker kandung kemih, sedangkan likopen menghambat fungsi kemunduran fisik dan mental agar kita tidak mudah pikun. Selain itu, likopen juga mencegah bermacam-macam penyakit kanker. Sementara sayuran yang berwarna merah seperti terung, kol merah, dan bayam merah. Pigmen pada sayuran jenis ini mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antikanker. Kol merah jika disantap mentah ternyata mengandung senyawa fitokimia dan vitamin C dua kali lipat daripada kol putih.

Jingga

Melon jingga, pepaya, jeruk yang berwarna jingga dan semua buah-buahan yang memiliki daging buah berwarna jingga itu mengandung betakarotin. Fungsi betakarotin menghambat proses penuaan sel. Sel-sel di dalam tubuh kita makin lama semakin tua, dan jika sudah telanjur tua, maka tugas betakarotin meremajakan kembali. Selain itu, sebagian betakarotin yang ada di dalam tubuh berubah menjadi vitamin A yang akan memacu sistem kekebalan tubuh, yang membuat tubuh tak mudah terserang penyakit. Sedangkan beberapa jenis sayuran yang berwarna jingga, antara lain ubi jalar merah, labu kuning, dan wortel. Tiga sayuran ini sangat kaya akan betakarotin. Selain itu, wortel juga kaya akan kalsium pektat yang berguna menurunkan kadar lemak dalam darah. Buah dan sayuran berwarna jingga banyak mengandung vitamin A, yang sangat dibutuhkan bagi kesehatan mata.

Kuning

Buah berwarna kuning adalah belimbing, nanas, pisang, dan lain-lain. Buah-buahan ini kaya akan kalium. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa kalium bermanfaat mencegah stroke dan jantung koroner. Kalau Anda suka makan nanas, apalagi dijus, selain rasanya segar, ternyata juga membantu menyembuhkan diare dan mempercepat penyembuhan radang. Jenis sayuran yang berwarna kuning diyakini ampuh memerangi katarak, serangan jantung, dan stroke. Contoh sayuran kuning adalah paprika dan jagung muda.

Hijau

Tengok yang namanya alpukat, melon, anggur hijau. Buah-buahan ini banyak mengandung asam alegat, yang sangat ampuh menggempur bibit sel kanker jenis apa pun. Asam alegat juga membantu menormalkan tekanan darah karena buah berwarna hijau juga mengandung kalium. Sayuran kebanyakan warnanya memang hijau, bayam, caisim, dan daun singkong, adalah contoh sayuran yang banyak mengandung vitamin C dan B Kompleks. Selain itu juga besar kandungan zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, betakarotin, dan tentu saja, serat. Kekurangan sayuran berwarna hijau menyebabkan kulit jadi kasar dan bersisik.

Putih

Buah yang berwarna putih antara lain sirsak, duku, kelengkeng, dan leci. Kandungan serat dan vitamin C dalam buah-buahan berwarna putih ini tinggi. Memang tidak begitu banyak mengandung antioksidan, tapi serat juga sangat dibutuhkan dalam tubuh. Manfaat langsung serat itu membuat kita nyaman saat buang air besar.  Sayuran berwarna putih antara lain taoge, kol, kembang kol, sawi putih, rebung, dan jamur. Taoge sebaiknya dimakan mentah, atau sete matang, agar vitamin E dan C yang dikandungnya tidak hilang. Sedangkan jamur, kol, dan kembang kol, sarat akan senyawa antikanker.

Beberapa hal penting yang harus diketahui:

1. Kurangi makanan yang mengandung tambahan kimia sintetis seperti pewarna, beking soda, besoat, dan esen. Bahan-bahan ini merupakan sumber radikal bebas yang merangsang jaringan menjadi hiperaktif dan dapat memicu timbulnya kanker. Penyedap makanan juga menggunakan bahan-bahan kimia sintetis.

2. Sayuran warna hijau sebaiknya dikonsumsi setiap hari dalam jumlah paling besar, dengan kombinasi sayuran warna jingga dan kuning, merah-ungu dan putih sebagai pelengkap


Perasan jeruk nipis ternyata berguna bagi penderita batu ginjal.

Kesimpulan tersebut adalah sari penelitian Mochammad Sj ‘bani, ahli ginjal dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta, yang dimuat dalam buku 90 Tips Kesehatan.

Gagasan penelitian ini berawal dari pengalaman sebuah keluarga yang memiliki kecenderungan batu ginjal. Seluruh anggota keluarga terkena batu ginjal kecuali seorang anak gadisnya. setelah diteliti ternyata si gadis rajin minum jeruk nipis. Dugaan sementara, jeruk nipis inilah yang menekan pembentukan endapan batu ginjal.

Sementara itu, dalam dunia kedokteran, kalium sitrat selalu diberikan kepada pasien batu ginjal pasca operasi. Senyawa ini menguraikan zat-zat, seperti sulfat, fosfat, dan natrium yang berpotensi membentuk endapan batu yang memicu gagal ginjal.

Sayangnya, harga kalium sitrat lumayan mahal, dan harus diminum empat butir sehari selama beberapa minggu. Sja’bani kemudian meneliti kemungkinan jeruk nipis sebagai pengganti kalium sitart. Kebetulan, jeruk nipis bulat (Citrus aurantifolia) mengandung sitrat yang lebih tinggi ketimbang jeruk nipis oval, jeruk lemon, jeruk manis, atau jeruk keprok.

Berikutnya, Sj’bani, melakukan uji klinis terhadap 72 pasien batu ginjal pascaoperasi. Responden dibagi dua kelompok. Kelompok kedua hanya diberikan plasebo. Sebelum dan sesudah penelitian, kondisi kesehatan ginjal responden terus dimonitor. Setengah tahun kemudian, Sja’bani melanjutkan penelitian selama sepuluh hari, responden dibagi dalam dua kelompok. Yang pertama diberi minuman perasan dua buah jeruk nipis bulat yang diencerkan menjadi dua gelas air jeruk, sekali sesudah makan malam. Dan kelompok kedua diberikan plasebo.

Hasilnya, kalium sitrat menekan berbagai kondisi, yakni kenaikan kadar pH dan penurunan kalium yang memicu endapan batu ginjal. “Hasil serupa juga terjadi pada kelompok yang minum air jeruk nipis.” Dengan demikian, menurut Sja’bani, minum air jeruk nipis sehari-hari juga berguna bagi mereka yang punya kecenderungan berpenyakit batu ginjal. (*)


Suatu hari saat mengantar Adi (5 tahun) ke sekolah, Nita (32 tahun) tertegun. Ia terperangah oleh kelakuan salah satu teman buah hatinya yang bernama Tito. Walaupun Tito seumuran dengan Adi, tapi Tito tampaknya jauh lebih aktif dan daya tangkapnya sangat cepat. Bukan bermaksud mengecilkan arti kemampuan Adi, tetapi dengan jujur Nita mengakui dalam hati bahwa Adi memang agak lamban dalam menangkap dan memahami. 

Pernah dengar tentang masalah kurang gizi yang menimpa anak-anak di daerah miskin? Selain terlihat dari bentuk fisik , kurangnya pasokan makanan bergizi ini juga akan berpengaruh pada kemampuan berpikir anak-anak. Tidak jarang, seperti pada kasus Nita dan Adi tadi, terjadi di kota besar dan dari kalangan mampu. Mungkin saja disebabkan karena Nita terlalu sibuk bekerja dan perawatan Adi dipercayakan pada pengasuhnya. Padahal di luar pengawasan Nita, ia juga tidak tahu sudah sesuaikah menu makanan yang dikonsumsi Adi selama diasuh oleh baby sitter.

Jenis makanan tertentu, memang terbukti sangat bermanfaat bagi pertumbuhan kemampuan otak anak. Bahkan beberapa makanan yang tampaknya sangat sederhana, ternyata menyimpan kandungan gizi tinggi yang sangat bermanfaat bagi perkembangan otak. Penasaran mengetahui apa saja sih yang masuk dalam daftar makanan super ini? Silahkan disimak.. 

Telur   

Telur memang kaya akan kandungan protein, seng, vitamin A (untuk penglihatan), vitamin D (untuk pertumbuhan tulang) dan vitamin E (untuk mencegah penyakit) serta B12 (penting untuk membentuk sel darah merah). Kuning telur mengandung lecithin yang dianggap penting sebagai makanan otak, baik untuk daya ingat dan konsentrasi karena mengandung jat besi yang penting bagi fungsi otak. Sudah sebegitu lengkapnya, alangkah sayangnya bila tidak dikonsumsi si buyung dan upik. 

Minyak ikan   

Beberapa jenis asam lemak tidak dibuat dalam tubuh dan mesti didapat dari makanan. Lemak menjadi komponen utama otak dan bagian besar dari otak terdiri dari asam lemak yang memainkan peranan penting dalam fungsi sel otak. 

Kiwi   

Seperti halnya Anda, si kecil juga tidak terkecuali membutuhkan pasokan vitamin C. Selain jeruk, Anda bisa mempertimbangkan buah kiwi sebagai sumbernya. Buah satu mengandung hampir dua kali vitamin C dibanding jeruk. Vitamin C penting untuk menyerap zat besi dari makanan. Plusnya lagi, Anda bisa ikutan mengkonsumsinya, karena satu buah kiwi saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C orang dewasa selama sehari. 

Pisang  

Pisang adalah sumber karbohidrat dengan kandungan energi yang baik. Makan satu pisang sebagai snack akan membantu anak Anda menjaga tingkat energi dan konsentrasi sepanjang pagi.  Mulai sekarang pertimbangkan pisang sebagai salah satu varian snack tengah hari mereka karena jauh lebih sehat dibanding biscuit  biasa. 

Buah-buahan kering  

Cobalah untuk mengenalkan buah-buahan kering pada anak Anda sebagai pudding atau snack tengah hari. Buah-buahan kering kaya akan zat besi dan sumber energi. 

Keju   

Tidak hanya enak dimakan, keju adalah makanan kaya gizi, protein dan kalsium yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi. Tidak hanya itu, karena keju membantu menetralisir asam penyebab kebusukan gigi. Baik untuk menjaga gigi susu dan calon gigi tetap anak-anak Anda. 

Sereal  

Satu mangkuk sereal baik untuk mengawali hari tetapi Anda memilihnya harus hati-hati karena banyak sereal mengandung hampir 50 persen gula dengan sedikit serat, vitamin dan mineral. Sereal bisa dipertimbangkan untuk sarapan, tapi sebaiknya biasakan si kecil sarapan dengan makanan 'sungguhan' alias menu nasi dengan telur misalnya. 

eramuslim - Sifatnya yang siap saji dan hanya membutuhkan air membuat mie instan menjadi idola bagi banyak kalangan. Namun, mie yang minim gizi itu ternyata berbahaya bagi penderita darah tinggi, maag dan autis.

Dewasa ini kian banyak orang yang mempercayakan urusan perutnya pada sebuah sajian yang bernama 'mie instan.' Tiap kali berbelanja ibu-ibu tak lupa menyisipkan mie instan dalam daftar kebutuhannya, anak-anak kos selalu menyimpan beberapa bungkus mie instan untuk mencegah kelaparan di malam hari, para pecinta olahraga gunung pun turut memasukkan mie instan sebagai logistik wajib.

Menurut sejarahnya, mi instan mula-mula tercipta di Jepang pada Perang Dunia II. Waktu itu tujuan penciptaan mi instan adalah untuk memenuhi logistik perang. Syarat ransum perang adalah sesuatu yang praktis, tahan lama disimpan, dan mudah disiapkan. Dalam bahasa Jepang mi disebut sebagai ramen.

Mi instan belum dapat dianggap sebagai makanan penuh (wholesome food) karena belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh. Mi yang terbuat dari terigu mengandung karbohidrat dalam jumlah besar, tetapi sedikit protein, vitamin, mineral dan serat.
Hal yang perlu diingat adalah fungsi pemenuhan kebutuhan gizi mi instan hanya dapat diperoleh jika ada penambahan sayuran dan sumber protein. Jenis sayuran yang dapat ditambahkan adalah wortel, sawi, tomat, kol, atau tauge. Sumber proteinnya dapat berupa telur, daging, ikan, tempe, atau tahu.

Satu takaran saji mi instan yang berjumlah 80 gram mampu menyumbangkan energi sebesar 400 kkal, yaitu sekitar 20 persen dari total kebutuhan energi harian (2.000 kkal). Energi yang disumbangkan dari minyak berjumlah sekitar 170-200 kkal.

Hal lain yang terkadang kurang disadari adalah kandungan minyak dalam mi instan yang dapat mencapai 30 persen bobot kering. Hal ini perlu diwaspadai bagi penderita obesitas atau orang yang sedang dalam program penurunan berat badan.

Jadi, wajar jika mie instan disukai, karena selain praktis, cepat, lezat dan murah. Namun tahukah anda bahwa mie instan tak mempunyai kandungan gizi yang cukup dan bahkan zat additivenya (tambahan) tak baik untuk wanita yang tengah hamil dan juga balita.

Dalam masyarakat Cina merupakan simbol panjang umur karena bentuknya yang panjang jenis dan bahan pembuatnya bermacam-macam. Ada mie instan, mie kering, mie basah, mie rebus, yang dibuat dari terigu (gandum). Ada juga bihun, yang dibuat dari tepung beras. Lalu soun, yang dibuat dari pati tepung kacang hijau.


Ada juga yang dibuat dari campuran tepung terigu dan beras, tepung tapioka, tepung kentang atau tepung soba. Tapi yang paling populer tentu mie instat, dengan berbagai merk dan citra rasanya, baik dalam kemasan plastik polietilen maupun polistiren (stirofoam), dalam bentuk cangkir atau mangkuk.


Mie instant sebenarnya bentuknya sangat panjang, namun saat pemprosesan ia dilipat, digoreng dan dikeringkan dalam oven panas. Penggorengan inilah yang membuat mie mengandung lemak. Bahan baku utama mi instant memang tepung terigu, namun, selama proses pembuatannya, dipakai juga minyak sayur, garam, natrium polifosfat (pengemulsi, penstabil dan pengental), natrium karbonat dan kalium karbonat (keduanya pengatur keasaman), tartrazine (pewarna kuning).


Kadang natrium polifosfat dicampur guar gum. Bahan lain misalnya karamel, hidrolisat protein nabati, ribotide, zat besi dan asam malat yang fungsinya tidak jelas. Selain minyak sayur, ada pula food additive, yaitu bahan-bahan kimia yang ditambahkan ke dalam proses pengolahan makanan, dengan tujuan agar makanan tersebut memiliki sifat-sifat tertentu.


Bumbu mie, misalnya garam, gula, cabe merah, bawang putih, bawang merah, saus tomat, kecap, vetsin (MSG) serta bahan cita rasa (rasa ayam, rasa udang, rasa sapi) juga banyak menggunakan additive. Belum lagi stirofoam dalam mie gelas, yang dicurigai bisa menyebabkan kanker.


Meski risiko kesehatan akibat additive tak langsung kelihatan, namun menurut Arlene Eisenberg, dalam buku What to Eat When You're Expecting, ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang banyak mengandung additive. Bagi balita, bahan-bahan yang sebenarnya tak dibutuhkan tubuh ini juga bisa memperlambat kerja organ-organ pencernaan.


Selain itu juga kandungan utama dari mie adalah karbohidrat. Lalu ada protein tepung (gluten), dan lemak, baik yang dari mienya sendiri maupun minyak sayur dalam sachet. Jika dilihat komposisi gizinya, mie memang tinggi kalori.

Kelemahan dari konsumsi mi instan adalah kandungan natriumnya yang tinggi. Natrium yang terkandung dalam mi instan berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembangnya.

Bahan pengembang ini yang umum digunakan adalah natrium tripolifosfat, mencapai 1,05 persen dari bobot total mi per takaran saji. Natrium memiliki efek yang kurang menguntungkan bagi penderita penyakit maag dan pendenita hipertensi.

Bagi penderita maag, kandungan natrium tinggi menetralkan lambung, sehingga lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Keadaan asam lambung tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung yang menyebabkan rasa perih.

Bagi penderita hipertensi, natrium akan makin meningkatkan tekanan darah karena ketidakseimbangan antara natrium dan kalium (Na-K) di dalam darah dan jaringan.

Kelemahan lain mi instan adalah tidak dapat dikonsumsi oleh penderita autisme. Hal ini disebabkan mi instan mengandung gluten, substansi yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh penderita autisme. (to/berbagai sumber)

Di Prancis tomat dijuluki pomme d’amour alias apel cinta, karena tomat mampu memulihkan lemah syahwat. Jus tomat juga mampu memulihkan fungsi lever. 

Meski wujudnya buah, di Amerika Serikat tomat dikelompokkan ke dalam sayuran. Entah apa argumentasinya. Yang pasti, buah bulat ini menyimpan banyak keistimewaan.

Selain sebagai bahan makanan, ia juga bisa membuat penampilan kita lebih menarik, menyehatkan badan, bahkan mengobati macam-macam penyakit.

Dalam rubrik konsultasi sebuah majalah kesehatan, seorang remaja memberikan testimoninya tentang masalah jerawat menahun. Berbagai cara telah ia coba, sayangnya ia belum mendapatkan hasil cukup memuaskan.

Sampai kemudian ia membaca sebuah buku yang di dalamnya disebutkan tomat dapat mengatasi jerawat. Caranya, tomat yang telah masak dipotong-potong lalu digosokkan secara perlahan pada wajah yang berjerawat. Setiap hari ia rajin melakukan perawatan dengan cara tersebut. Sebulan kemudian, akunya, wajahnya sudah bebas dari jerawat.

Mengapa demikian?

Jawabannya dapat ditemukan dari ulasan pengasuh rubrik tersebut. Ternyata, kandungan tomatine pada tomat berkhasiat anti-radang. Tomat juga mengandung karoten dan vitamin C yang berkhasiat sebagai antioksidan. Sementara asam sitratnya juga mengangkat kotoran dan lemak pada wajah berjerawat. Namun, selanjutnya si gadis remaja itu tetap harus menghindari penyebab timbulnya jerawat.

Menarik bukan?


Komentar

Postingan Populer